Pengembangan Integrasi Keilmuan Berbasis Islam Klasik dan Modern

Agama Islam mengajarkan tentang konsep  dunia dan akhirat. Konsep dunia adalah segala hal yang berhubungan dengan keduniawian atau hal yang bersifat material, sedangkan konsep akhirat adalah segala hal yang berhubungan dengan nilai-nilai yang lebih detail, dan menekankan sebuah tujuan hidup dan  moral manusia  diistilahkan dalam dunia metafisika, yang terimplementasi kepada amal perbuatan manusia.

Kedua konsep tersebut saling berkaitan satu dengan lainnya dan tidak dapat dipisahkan. Fenomena yang terjadi di masyarakat justru memisahkan kedua konsep  tersebut dan menganggap sesuatu yang bersifat material dan immaterial merupakan hal yang jauh berbeda dan tidak mungkin disatukan.

Fenomena tersebut telah mendorong adanya penggabungan konsep yang disebut dengan Integrasi  antara dunia fisika (nyata) dan dunia tidak nyata (metafisika)  . Adanya Integrasi Ilmu sesungguhnya adalah dampak dari dikotomi ilmu yang meluas, yang menganggap bahwasanya ilmu terbagi atas dua bagian yaitu Ilmu Umum dan Ilmu Agama, dan hampir dari seluruh penduduk dunia „sepakat‟ dengan pemahaman tersebut, hal itu tercermin pada banyaknya institusi pendidikan di Indonesia, Institusi yang menawarkan pendidikan umum seakan-akan mengesampingkan pendidikan agama dan begitu juga sebaliknya. Dikotomi Ilmu memberikan implikasi yang luas terhadap cara pandang manusia terhadap ilmu pengetahuan, sehingga sebuah lembaga/kurikulum pendidikan memisahkan dua konsep yang seharusnya berhubungan  atau disinergikan,sehingga tidak ada saling dikotomi.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu mencanangkan visinya sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dari sisi kajian Islam klasik dan sejajar dengan perguruan tinggi keagamaan Islam lainnya di Indonesia. Sejalan dengan visi tersebut, maka Fakultas  Ushuluddin Adab dan Dakwah  IAIN Palu memegang peranan yang sangat strategis dalam mencetak  alumni  yang memiliki kemampuan mengintegrasikan aspek IPTEK dan IMTAQ dalam bingkai kajian Islam klasik.  Peran  alumni FUAD  sebagai pengembang  visi misi Institut  merupakan ujung tombak dalam  pengembangan keilmuan Islam klasik yang bernuansa modern.

Sebagai lembaga penyelenggara  akademik, Fakultas  Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Palu, memandang kajian Islam klasik tidak hanya pada konteks fiqih atau hukum, filsafat dan teologi  dan pendidikan, tetapi juga meliputi  berbagai  bidang  keilmuan,  seperti kesehatan, ekonomi dan  ilmu  sosial. Kepercayaan masyarakat terhadap Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) dalam melahirkan alumniyang berkualitas, tentu saja merupakan peluang dan sekaligus tantangan. Artinya fakultas harus dapat memanfaatkan kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya. Jika demikian, keberadaan  maka FUAD akantetap eksis  dan menjdai idola di tengah-tengah masyrakat modern sebagaimana dijelaskan dalam visi misi fakultas sebelumnya yakni unggul dalam kajian Islam dan modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *