Kebutuhan Alumni FUAD di Berbagai Instansi di Sulawesi Tengah

FUAD IAIN PALU

Kebutuhan Alumni FUAD diberbagai Instansi di Sulawesi Tengah Alumni FUAD  merupakan pelaku (subjek) dalam  berbagai Instansi.  Baik Negeri Maupun Suwasta. Artinya  keberadaan Alumni FUAD sangat diharapkan terutama yang berkaitan dengan Ilmu-ilmu  keagamaan dan ilmu-ilmu sosial  termasuk ilmu komunikasi dan ilmu psikologi sebagai ciri khas dalam Jurusan masing-masing, tentu hal seperti itu sangat diharapkan dalam masyarakat. Di tengah-tengah masyarakat modern yang majemuk dan maju merupakan tantangan bagi alumni FUAD  tentu sangat diharapkan kualitas sebagai daya saing yang mandiri dan kompetitif.

Walaupun diakui eksistensi dan peranan  alumni FUAD  dalam memberikan kontribusi yang besar dalam  kehidupan  masyarakat Khususnya di Sulawesi Tengah,  meskipun masih banyak terdapat berbagai kekurangan-kekurangan misalnya masih adanya kelompok pemahaman agama yang keliru, radikal dan ekstrim. Problem pemahaman keagamaan seperti ini merupakan tantangan bagi Alumni FUAD, sebab semua Jurusan telah mengajarkan berbagai ilmu keagamaan yang benar berdasarkan kurikulum yang diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang tertuang dalam KKNI.

Tantangan ini semakin berkembang terlihat kurangnya peminat pada jurusan-jurusan tertentu di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) ini merupakan sebuah problem ditamba lagi kurangnya perhatian pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, untuk mengakomodir alumni-alumni FUAD meskipun dari segi kualitas tidak diragukan. Sekedar memberikan perbandingan bahwa alumni-alumni FUAD memiliki kemampuan untuk bersaing dalam berbagai  aspek seperti Politik, DPR, Pemerintahan  dan lembaga strategis lainnya, meskipun kurang mendapatkan kesempatan  namun tetap berbenah diri, dengan demikian alumni FUAD masih memerlukan perhatian yang serius sebagai bentuk kepedulian Pemerintah.

Gambaran  Alumni FUAD yang  kurang menguntungkan ini, jika dianalisis  lebih jauh sebenarnya berkorelasi dengan apa yang terjadi dalam  kehidupan masyarakat semakin hari semakin cenderung kepada hal-hal pragmatisme, sehingga tingkat religiusitas menjadi terabaikan, sebagian masyarakat agama hanya sekedar sebagai pelipur lara, bukan dijadikan sebagai ilmu atau sains yang dapat membangkitkan gairah anak-anak mereka untuk belajar lebih kritis  terhadap perkembagan dan

perubahan dunia dewasa ini. Setidaknya dari segi pemenuhan  kebutuhan Alumni FUAD dimasyarakat sangat memberikan andil yang besar, baik di kalangan masyarakat perkotaan maupun dikalngan masyarakat Pedsaan, meskipun teknologi informasi sudah merambah masuk dikalangan masyarakat tersebut, namun yang menjadi problem adalah kemampuan mereka menagkap informasi keagamaan yang tidak siap dengan perangkat metodologi yang memadai, akibatnya banyak mereka yang terjebak dalam pergaulan bebas, narkoba dan korban informasi teknologi lainnya.Kondisi ini kemudian diperparah dengan minimnya  penyerapan alumni-alumni keagamaan yang notabenenya alumni FUAD yang memiliki kapabilitas keilmuan yang memadai  baik  dari segi metodologi maupun dari segi pemahaman atau panafsiran berbagai ayat-ayat Alquran dan Hadis.

Kurang pedulinya penguasa atau pengambil kebijakan di masyarakat dimana alumni telah bersosialisasi lewat Kuliah Kerja Profesi (KKP) hanya menjadi kebutuhan sesaat saja, namun setelah selesai semuanya telah berlalu tanpa bekas, pada masyarakat setempat masih sangat membutuhkan keberadaan mereka, paling tidak sebagai pendamping masyarakat pedesaan  di Sulawesi Tengah sampai sekarang masih merupakan problem serius yang belum terselesaikan. Jika ditelusuri lebih mendalam,  keberadaan Alumni keagamaan ditengah-tengah masyarakat masih sangat  dibutuhkan. Hal ini tentu memerlukan  strategi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Berdasarkan pemetaan kebutuhan alumni FUAD berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Tengah tentu masih  dibutuhkan. Dapat dibayangkan bagaimana problematika kehidupan  yang dihadapi  masyarakat  yang selama ini memang tidak memiliki  pemahaman keagamaan yang memadai, tentu kan berdampak pada tindakan arogansi dan berani mengkafirkan dan menyalahkan orang lain. Secara keilmuan tentu sebagaian dari masyarakat memiliki pengetahaun keagamaan namun dari sisi metodologi  mereka masih kurang bukan berarti kompetensi keilmuanlainnya  tidak dibutuhkan  akan tetapi  perlu diselaraskan terutama berkaitan dengan mengkaji  al-Qur’an  dan Hadis yang berwawasan Islam klasik, dakwa dan lain-lain,  meskipun diakui  terkadang alumni perguruant inggi umum juga bisa lebih bagus keagamaannya.

Deskripsi kebutuhan  Alumni FUAD  sebagaimana diuraikan di atas, tentu merupakan tantangan tersendiri bagi perguruan-perguruan tinggi keagamaan lainnya khususnya Institut Agama  Islam  Negeri (IAIN) Palu. Sebagai lembaga yang berkhidmat pada penyiapan tenaga-tenaga  yang profesional dibidangnya masing-masing  maka sudah barang tentu harus mampu menjawab problem dan tantangan yang dihadapi  oleh masyarakat  Sulawesi Tengah dalam hal ini tentunya adalah kekurangan alumni yang berkualitas dan memadai.

Fakultas  Ushuluddin Adab dan Dakwah  IAIN Palu sebagai lembaga pendidikan yang selama ini dipercaya melahirkan  alumni-alumni yang berkualitas  yang sudah tersebar  di seluruh pelosok Indonesia bagian Timur, khususnya propinsi Sulawesi Tengah  harus melihat problem kekurangan yang dialami masyarakat di tengah-tengah dunia modern dan kontemporer,di  samping sebagai tantangan sekaligus peluang. Hal ini bukan saja karena  keterbatasan perguruan tinggi Islam yang ada dalam memenuhi kebutuhan  masyarakat  melainkan belum adanya  komitmen yang tinggi dalam penerapan alumni keagamaan secara sistematis dan terencana dalam berbagai kelembagaan di Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *